“this is it”
Kejadian-kejadian barusan ini membawaku
ke sini. tempatku menyimpan segala realitas yang pernah kubaca dan
kunikmati. Sebuah ruangan persis seperti perpustakaan Kerajaan dimana
aku berdiam, tetapi disini adalah tempat dimana hanya aku sendiri yang
bisa datang.
“Berapa banyak yang akan kau bikin?” Aku dan juga karakter bikinanku.
Aku
berbalik memandangi dua orang yang berada di belakangku. Yang
mempertanyakanku barusan adalah Link. Salah satu karakter bikinanku yang
akan selalu kubanggakan.
“Aku tidak akan membuat karakter lain,
pencipta sama seperti penyihir di dunia kalian, saat mereka menciptakan
segala sesuatu dengan menggunakan Mana, Kami menciptakan segala sesuatu
dengan menggunakan Imajinasi, dan berseberangan dengan anggapan orang.
Bagi kami yang bisa menggunakan Imajinasi, percayalah kalau imajinasi
itu terbatas.”
“Tuan, kalau begitu apakah tuan yakin bisa mendapatkan Realitas emas tersebut?” Kini sang gadis yang mempertanyakanku.
Berbeda
dengan Link, Karakter lengkap yang pernah kubuat beserta realitasnya.
Xia Loo adalah karakter gadis yang kubuat untuk menganggu realitas lain,
Ia tidak pernah sempurna.
“Karena itu aku tidak membuat, tetapi… ”
Aku
berbalik membelakangi mereka, membiarkan mereka melihat apa yang
kulihat. Sebuah lemari terbentuk di depanku, dan lembar demi lembar
realitas tersusun dengan rapi.
“… aku akan menyalin identitas karakter yang pernah ada yang dibuat oleh pencipta lain!”
Dari
belakangku hanya terdengar suara Xia Loo tercekat, Link yang menyadari
apa dan siapa diriku tidak membunyikan satu reaksi pun.
“Heretics,
Kau yang melawan ceritamu, kau yang lebih dahulu menentukan kapan dan
bagaimana segala sesuatu berakhir, kau yang diciptakan hanya untuk
ditentang, Berkumpullah. Karena setelah ini, kau akan dapat menentukan
takdirmu sendiri, kau akan lepas dari cengkeraman Plot!”
Saat aku menjulurkan tanganku ke depan aku segera menarik salinan esensi
karakter-karakter yang ditolak realitas, rasa benci mereka, kegilaan
mereka adalah senjata yang tepat untuk menjadi prajurit-prajuritku.
Bola-bola
hitam meloncat keluar dari lembaran-lembaran realitas. Saat bola
pertama berhenti di tanganku angin dingin menerpa tulang punggungku.
Tetesan keringat bergulir dari dahiku.
Aku tidak menyangka
mengambil karakter-karakter ini ternyata lebih sulit daripada yang
kuperkirakan, kekuatan dari pencipta asli masih mempengaruhi mereka
sekuat mungkin, padahal aku meyakini membuat salinan seharusnya lebih
mudah daripada mengambil yang asli.
Saat rasa dingin sudah berubah
menjadi rasa nyeri, dan rasa nyeri telah mengganggu pernapasan dan
peredaran darahku aku menutup genggamanku.
Setelah menarik lenganku aku terhuyung, Xia Loo dan Link segera menangkap tubuh limbungku.
“Bagaimana
tuan?” Xia Loo di kananku melihat ke arah genggamanku. Saat aku membuka
telapakku, belasan bola-bola hitam melayang di atasnya.
“Kupikir pencipta adalah entitas yang serba bisa dan abadi.” Link memberikan komen pedas melihat keadaanku.
“Kami tidak abadi, cuman waktu bagi kami adalah relatifitas!”
“Lalu mengapa para karakter ini hanya berupa Bola?”
Aku
tidak akan menempatkan mereka disini, disini adalah ruangan pribadiku,
dan akan terlalu merepotkan jika mereka terlalu berisik di sini.
“Link, kau tunggu disini, lakukan sesukamu, asal tidak merusak kantorku!”
“Xia Loo ikut denganku!”
***
Menembus
realitas bukanlah hal yang mudah, bahkan bagi entitas yang lebih tinggi
dari karakter sepertiku. Menemukan kemampuan untuk melompat ke realitas
cerita juga bukan perjalanan yang mudah.
Saat aku berhasil
menemukan caranya, aku menyadari bahwa aku bukanlah murid SMK 17 tahun
seperti dulu. Merapatkan mantel putih ke tubuhku untuk menahan dinginnya
cuaca, aku melangkah masuk ke Realitas tertua yang pernah aku temui.
Sebuah
realitas bernama [Kemudian], sebuah galeri dimana kau bisa menemukan
banyak sekali cerita dan karakter. Sekarang, mari kita mulai pertunjukan
utamanya.
Aku menjulurkan kedua tanganku ke langit-langit,
membuat ‘Benang-Benang Realitas’ dan melakukan mekanisme pencarian.
Dengan setiap benang memasuki semua lukisan di sekitarku, aku mulai
menyalin seluruh data di dalamnya, menangkap setiap karakter utama
dengan idealis yang sama denganku.
Menjaga kesadaran sementara
semua proses dan data dalam pikiranmu berubah menjadi ‘Esensi’ bukanlah
hal yang mudah. Saat ini, aku adalah sebuah computer raksasa yang lebih
cepat dari prosesor tercanggih saat ini.
Bola-bola cahaya kini
muncul di tanganku dan dengan menginjeksikan sedikit perintah, aku
mengubahnya menjadi sebuah disket bewarna-warni. Tugas pertama selesai,
apa yang mereka piker saat mereka terbangun di tempat asing? Apa yang
mereka akan lakukan saat menyadari bahwa aku menyalin paksa diri mereka
ke disket ini?
Dengan senyuman puas, Aku meraih disket-disket itu
dan memasukkannya ke dalam kantong mantelku. Untuk sekarang, Aku
melompat ke IRSS Chekov.
***
Peserta harap mendaftarkan OC-nya sesuai dengan ketentuan di Forum kners
Tidak ada batas jumlah karakter.
Kalian bisa menaruh link Karakter kalian di Post ini, dan juga di Forum untuk memudahkan pensortiran.
Terima Kasih :D para pahlawan dan para penentang!
*Ngintip*
BalasHapus