Sugeng Brahmadi | Pak Sugeng
56 | Laki-laki
By : Haruo_Demon
By : Haruo_Demon
Deskripsi Fisik
- Tinggi/Berat badan: 170/90
- Rambut Hitam pendek, wajah sedikit berkeriput, kantung mata tebal seperti tidak pernah tidur, dan perut agak buncit.
- Selalu mengenakan celana bahan hitam dan kemeja putih disertai dasi hitam.
Kepribadian
- Tegas
- Galak
- Perfeksionis
Kemampuan
(Skill pasif)
- Kharisma dosen: Setiap perkataannya selalu membuat takut pendengar dan membuat mereka menurut
(Skill aktif)
- Kuliah: Pak Sugeng menjelaskan suatu topik atau memberikan nasehat dimana dapat memberikan efek "sleep" kepada musuh
- Ilmu silat tenaga dalam: warisan turun temurun keluarga Pak Sugeng, yang selalu beliau gunakan untuk menghadapi mahasiswa berandalan. kekuatan tenaga dalamnya sangat dahsyat, konon katanya, mampu menghancurkan beton setebal 10cm hanya dengan sekali pukul, dan membuat beliau kebal terhadap senjata tajam, senjata api, dan sihir.
- Amarah Dosen: Ketika Pak Sugeng mendapati hal-hal yang ia rasa melanggar peraturan dan ketertiban, ia akan memarahi si pelaku. Pelaku yang dimarahi terbawa pengaruh skill Kharisma Dosen, sehingga takut dan tidak berani melawan.
- Amukan Dosen: Pak Sugeng marah besar dan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.
(Senjata)
- Penghapus papan tulis: siap dilempar dengan akurasi seratus persen ke kepala mahasiswa yang tidur akibat kuliahnya.
Kelemahan
- Umurnya yang sudah tua tidak memungkinkan ia bertarung terlalu lama, ia harus beristirahat, kalau tidak bisa kecapaian.
- Beliau tidak akan menggunakan ilmu silatnya kecuali dalam keadaan terdesak.
- Ketika marah, tekanan darah Pak Sugeng akan terus naik, apalagi jika sampai mengamuk, bisa berbahaya bagi dirinya sendiri.
- Beliau hanya melempar penghapus papan tulis dan buku hanya pada orang yang tidur saat ia menerangkan.
Realms
Bumi, Indonesia.
Kehidupan Sebelum Turnamen
Sugeng
Brahmadi dikenal sebagai pribadi yang tegas dan galak. Bukan hanya oleh
para mahasiswa, tetapi juga rekan sesama dosen dan karyawan kampus.
Beliau tak segan-segan mengusir bahkan langsung memberi nilai nol pada
mahasiswa yang datang terlambat dan tidak datang ke kuliahnya. Bahkan
beliau tega melempar penghapus papan tulis dengan lemparan keramatnya
yang terkenal memiliki akurasi seratus persen kepada mahasiswa
yangkedapatan tidur di kuliahnya.
Pak Dekan pernah menjadi korban
keganasannya. Suatu ketika, pada saat Pak Dekan terburu-buru dan
memarkir mobilnya dengan posisi sedikit miring dan melewati garis
pembatas parkir, Pak Sugeng memarahinya dengan membawa kasus
“kecerobohan mampu mengundang petaka” selama satu jam penuh.
Pak
sugeng juga diketahui sebagai perfeksionis yang menginginkan
kesempurnaan dalam setiap tugas yang diberikan. Kurang sedikit saja,
atau ada sumber yang tidak ia terima, jangan harap bisa dapat nilai
diatas C.
Salah satu program beliau yang terkenal dikalangan
Mahasiswa adalah “Razia Sendal” yang merupakan singkatan dari Razia
Sugeng Mencari Berandal. Razia Sendal adalah kegiatan yang selalu beliau
lakukan ketika sedang tidak mengajar untuk mencari mahasiswa-mahasiswa
yang bolos dan menyeretnya untuk ikut kuliah. Juga mencari dalang-dalang
yang hobi melakukan tawuran antar mahasiswa untuk ditindak lanjuti
olehnya.
Dibalik sikapnya yang tegas dan perfeksionis, ternyata
beliau menginginkan agar pendidikan di Indonesia agar lebih maju.
Diam-diam, beliau selalu mendukung berbagai kegiatan mahasiswa yang
bertujuan untuk memajukan pendidikan di negerinya tercinta. Bahkan,
beliau selalu secara diam-diam membantu mendanai berbagai aksi dan
kegiatan mahasiswa yang menurutnya baik, dan mempermudah perizinan untuk
hal itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar