Dee | Diddordeb
14 | Betina | Peri
By : yuu_chan
Deskripsi:
Penampilan:
Fisik: tinggi 137 cm dengan berat
badan yg sesuai untuk dikategorikan imut karena pipi sedikit tembem (12
cm saat basah kuyup), rambut biru sebahu, sepasang antena khas serangga
berwarna hijau tua di kepala, mata berwarna hijau nyaris hitam yang
kelihatan suram, kulit putih langsat, memiliki sepasang sayap mirip
kupu-kupu yang berwarna pink nyaris putih agak transparan dengan ujung
berwarna ungu muda
Busana: Baju dress selutut yang nampaknya
terbuat dari kelopak bunga pink, gelang(?) yang berwarna belang dengan
susunan warna hitam-kuning-hijau-ungu-biru (berubah menjadi putih saat
tubuhnya menyusut), sepatu yang sepertinya terbuat dari daun
Kepribadian:
Dee
adalah gadis peri kecil yang cengeng dan penakut serta keras kepala.
Sangat menghormati Ratu Flo, ratu klan Elviant, karena itu ia akan
melakukan apapun demi sang ratu.
Menyebut dirinya sendiri 'Dee',
bukan 'aku' atau 'saya'. Cerewet dan banyak tanya, paling sering
menanyakan "Apa itu [X]?". Wajah polos khas anak-anak. Sangat menyukai
benda berkilau (karena Ratu Flo selalu dipenuhi(?) dengan benda-benda
berkilau, karena itu dia selalu ingin mengambil benda berkilau untuk
diberikan pada sang ratu). Makanan kesukaan Dee adalah biskuit.
Kemampuan
Seluruh
bagian tubuhnya adalah racun (saat ini racun itu sudah bisa dikontrol
oleh Dee berkat latihan yang diberikan oleh Ratu Flo)
Racun pada tubuhnya yang telah mampu ia kontrol bisa ia manfaatkan untuk menyembuhkan, memulihkan tenaga, obat bius, dll
Karena Dee pada dasarnya adalah racun, maka racun apapun akan larut dalam tubuhnya.
Klan
Elviant merupakan serangga yang telah berevolusi dan sangat cerdas.
Karena itu bisa dibilang Elviant adalah klan tertinggi dari serangga,
sehingga seluruh serangga akan patuh padanya secara naluri.
Dapat berkomunikasi dengan binatang dan tumbuhan, karena itu dalam bertarung Dee lebih sering memanfaatkan mereka.
Dalam ukuran kecil kecepatannya bisa menyamai petir
Kelemahan:
Saat basah kuyup karena air, tubuhnya akan menyusut. Dan dalam ukuran seperti itu ia tidak bisa bergerak pelan. Sehingga dalam ruangan sempit ia sangat berkemungkinan menabrak (berkali-kali)
Saat basah kuyup karena air, tubuhnya akan menyusut. Dan dalam ukuran seperti itu ia tidak bisa bergerak pelan. Sehingga dalam ruangan sempit ia sangat berkemungkinan menabrak (berkali-kali)
Proses untuk mengontrol racun dalam tubuhnya (untuk difungsikan menjadi obat dan sebagainya) berkisar 8 detik
Respon serangga dan tanaman terhadap perintah adalah 1,2 detik setelah perintah dikeluarkan
Wujud mungilnya hanya bertahan sampai sayapnya kering (sekitar 5 menit)
Serangga
dan tanaman adalah tameng baginya, saat lawan berhasil melewati itu Dee
baru akan memanfaatkan dan mengontrol racunnya menjadi lebih mematikan.
Bagian
yang paling sedikit mengandung racun adalah sayap. Karena itu saat
sayapnya terluka akan sangat sulit sembuh. Saat sayapnya infeksi atau
dalam kondisi tidak bisa di gunakan lagi, Dee lebih lemah dibanding
manusia biasa.
Realms
Sisi tersembunyi dari Negeri Cahaya - Dunia Baru
Realms
Sisi tersembunyi dari Negeri Cahaya - Dunia Baru
Kehidupan sebelum Turnamen:
Dee
merupakan kelahiran Elviant yang gagal. Pada dasarnya Elviant adalah
peri-serangga penyembuh, namun bukannya obat, sekujur tubuh Dee justru
mengandung racun. Kelahirannya membuat orangtuanya meninggal karena
keracunan.
Berita tentang lahirnya peri beracun akhirnya sampai ke
telinga Ratu Flo. Ratu Flo datang sendiri untuk menemui Dee dan
mengangkatnya sebagai salah satu anak asuhnya (yang belakangan menjadi
pelayannya yang paling setia)
Ratu terus melatih Dee untuk
mengontrol racun dalam tubuhnya. Pada akhirnya Dee berhasil mengontrol
racun tersebut dan Ratu berpikir Dee sudah pantas untuk dikirim ke medan
pertempuran. Sama seperti tugas para Elviant lain, menjadi peri penjaga
para Ksatria.
Baru saja hendak berangkat ke medan perang,
terdengar kabar bahwa Ratu Flo sedang sakit dan kini tengah sekarat. Dee
bersumpah pada Ratu Flo bahwa ia akan melakukan apapun agar Ratu Flo
bisa sembuh seperti sedia kala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar