Senin, 06 Juni 2016

[Charsheet][Hero] Akero Kaoze – The Wind

Akero Kaoze – The Wind
20 (waktu est.) | Laki-laki
By : Hell_warrior 


Umur:
Tidak ada yang tahu pasti. Namun dilihat dari fisiknya yang kecil, sepertinya dia belum mencapai 20 tahun.

Fisik:
Tubuhnya kecil dan kurus, tinggi badannya sekitar 160 cm / 50kg

Outfit:
Akero mengenakan pakaian kain yang biasa digunakan para petapa di negeri timur. Baju dan celana berwarna abu yang longgar memudahkannya untuk bisa bergerak dengan leluasa ataupun ketika ia masuk ke dalam kondisi trance saat sedang bermeditasi. Topeng kayu menutupi hampir seluruh bagian kepalanya, kecuali mulut dan hidungnya. Di belakang tengkuknya terdapat semacam benda berbentuk kipas berwarna hijau gelap. Beberapa orang yang melihat, meyakini bahwa itu adalah sisik naga omega-shenron yang dibunuh oleh jurus genkidama seorang legenda.

Dua sabit berukuran raksasa tidak pernah ia tinggalkan, mengingat pada masa ini peperangan antar daerah dan monster iblis masih berkeliaran dengan bebas, Akero memilih untuk selalu tetap waspada. Dibalik lengan bajunya terdapat tiga cakar besi yang dapat dengan mudah digenggamnya jika keadaan mendesak dan memaksanya bertarung dengan tangan kosong.

Semenjak diasingkan, Akero tidak pernah mempunyai teman kecuali seekor burung gagak yang selalu terbang di dekatnya atau bertengger di bahunya.


Kepribadian:
Seperti petapa pada umumnya, Akero mengejar ketenangan spiritual dalam hidupnya, dia jarang berbicara kepada siapapun. Dia menyukai keheningan, kedamaian, dan ketiadaan. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermeditasi di dalam sebuah gua di puncak gunung tersunyi.

Masa lalunya yang kelam membuatnya memilih mengasingkan diri dari kehidupan duniawi. Dan hal ini menjadikannya apatis terhadap banyak hal.

Kemampuan bertarungnya yang luar biasa adalah buah dari hasil latihannya di dunia astral selama bertahun tahun.

Kemampuan:

Hanya tersisa satu hal yang membatasi kemampuannya untuk berbaur dengan angin, wujud fisiknya. Seakan-akan ia adalah perwujudan fisik dari angin, Akero dapat dikatakan 'menguasai' angin.

Melompat, bergerak, dan bertarung seakan-akan angin yang berhembus, Akero melakukannya sesunyi dan secepat angin.

Akero hampir tidak pernah mengeluarkan suara ketika dia bergerak dan bertarung. hal ini menguntungkan untuk membunuh dalam silent mode.

Tropical Wind
Akero dapat mensummon hembusan angin badai dalam skala maksimal (saat ini) 300km/h dari arah manapun ia kehendaki. termasuk dari arah bawah apabila terdapat retakan tanah yang cukup dalam. Akero hanya mempunyai kuota sejumlah 300km/h angin. jika kuota habis, Akero tidak dapat mensummon jurus ini hingga ia bermeditasi mengumpulkan cakranya lagi..

The Twin Schyte
Dua sabit besar dan cakar besi di kedua tangannya adalah senjata utamanya. Bahan senjata ini tidak diketahui pasti, ukurannya yang besar, lentur namun amat tipis sempat dicurigai berbahan dasar seng. Tapi  mengingat bobot dan ketajamannya yang luar biasa, hal ini segera terbantahkan.

Dikombinasikan dengan gerakannya yang sangat  cepat, Akero dijuluki Sang Angin oleh satu-satunya prajurit kerajaan yang selamat dari tragedi pembantaian seribu manusia. Dan tragedi itu dilakukan oleh Akero seorang diri dengan hanya membawa satu sabitnya saja.

  • Hell Moon. Akero akan menyatukan kedua sabitnya di bagian yang datar, sehingga membentuk lengkungan tajam. Untuk menyerang, Akero bisa melemparkannya dan senjata ini dapat kembali pada sang pelempar (seperti boomerang) 
  • Hell Tornado; Akero dapat membuat sabitnya berputar cepat pada porosnya seperti gangsing, ditambah dengan kekuatan elemen anginnya, Akero akan membuat sebuah pusaran angin topan dengan sabitnya yang berputar secara acak ditengahnya. Angin ini berwarna perak dan menyedot apapun yang dekat dengannya. Semua benda yang masuk kedalamnya hampir pasti akan hancur tercincang oleh sabitnya.
  • Theta controller, Akero dapat mengendalikan semua senjatanya tanpa menyentuh, hal ini dapat dilakukannya hanya apabila dia bermeditasi dalam kondisi Theta. Dia akan duduk bersila ditengah pusaran tornado yang melindunginya, sementara senjatanya akan bergerak sesuai keinginannya.


The Claw
Ketika sabitnya tidak ada, Akero menggunakan dua cakarnya yang tersimpan di balik lengan bajunya. dikombinasikan dengan serangan cepat, Akero adalah combatant yang dapat bertarung baik secara dekat ataupun jauh.

Radar Defense
Akero dapat mendeteksi serangan yang masuk ke dalam ‘radar’nya dengan merasakan perubahan angin yang terjadi di sekitarnya. Jika serangan itu tidak terlalu hebat, Akero dapat dengan mudah menghindarinya.

Radar ini memiliki blind spot di belakang tengkuknya.


Kelemahan:

Zenbreaker
Apabila Akero diganggu pada saat dia sedang bermeditasi, Akero akan mengamuk tidak memperdulikan apapun disekitarnya kecuali memberi pelajaran pada hal yang mengganggu meditasinya.

Fisik
Perawakan Akero yang pendek dan kecil menjadi salah satu kelemahan fatal dalam pertarungan. Meskipun ia bergerak dengan cepat, namun satu hantaman telak pada bagian yang krusial dengan tenaga penuh dan kecepatan yang cukup sepertinya dapat membuatnya tidak sadarkan diri.

Blind spot
Seorang temannya di klan hyuga mengajari Akero tentang Blind spot yang terdapat pada tengkuknya. Serangan pada titik ini tidak mungkin terdeteksi dan akan sulit dihindari. Maka dari itu Akero menutup blind spotnya dengan sisik naga di tengkuknya, melindunginya dari serangan musuh pada titik ini.

Apatis Totalis
Sikapnya yang apatis terhadap banyak hal dapat merugikan hidupnya, ia akan terus bertarung dan tidak peduli jika tubuhnya hancur remuk, kehabisan darah, ataupun mati.

Api
Akero akan kesulitan jika musuhnya menggunakan api sebagai senjatanya. elemen anginnya akan memperburuk keadaan sehingga dia harus bertarung menggunakan kemampuan bertarung tanpa dibantu oleh elemennya sendiri

Realms:
Bumi – Sebuah negara di benua timur.

Faksi
Hero – Hal yang masih menjadi misteri bagi Akero sendiri, mengingat ia pernah membantai seribu manusia di negerinya. Dan sebuah desa di Timur jauh.

Kehidupan Sebelum Turnamen:
Tidak banyak yang mengetahui masa lalu Akero. Di tempat saat ini dia menetap, tidak ada seorang pun yang tahu darimana pemuda ini berasal. Bahkan wajah aslinya pun tidak pernah ada yang melihat.

Dulu pernah ada sebuah rumor beredar di tempat Akero sedang singgah. Rumor itu mengatakan bahwa Akero adalah seorang anak yang dikutuk dan diasingkan oleh klan nya sendiri.

Keesokan harinya, desa itu hancur. Beberapa orang yang selamat bersaksi bahwa mereka merasakan dan melihat terjangan angin berkilat-kilat keperakan, diikuti oleh suara besi beradu yang memekakkan telinga. Seakan-akan sebuah pusaran raksasa yang berduri, angin itu menarik semua benda yang berada di dekatnya dan melebur habis apapun yang masuk ke dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar