Akero Kaoze – The Wind
20 (waktu est.) | Laki-laki
By : Hell_warrior
Umur:
Tidak ada yang tahu pasti. Namun dilihat dari fisiknya yang kecil, sepertinya dia belum mencapai 20 tahun.
Fisik:
Tubuhnya kecil dan kurus, tinggi badannya sekitar 160 cm / 50kg
Outfit:
Akero
mengenakan pakaian kain yang biasa digunakan para petapa di negeri
timur. Baju dan celana berwarna abu yang longgar memudahkannya untuk
bisa bergerak dengan leluasa ataupun ketika ia masuk ke dalam kondisi
trance saat sedang bermeditasi. Topeng kayu menutupi hampir seluruh
bagian kepalanya, kecuali mulut dan hidungnya. Di belakang tengkuknya
terdapat semacam benda berbentuk kipas berwarna hijau gelap. Beberapa
orang yang melihat, meyakini bahwa itu adalah sisik naga omega-shenron
yang dibunuh oleh jurus genkidama seorang legenda.
Dua
sabit berukuran raksasa tidak pernah ia tinggalkan, mengingat pada masa
ini peperangan antar daerah dan monster iblis masih berkeliaran dengan
bebas, Akero memilih untuk selalu tetap waspada. Dibalik lengan bajunya
terdapat tiga cakar besi yang dapat dengan mudah digenggamnya jika
keadaan mendesak dan memaksanya bertarung dengan tangan kosong.
Semenjak
diasingkan, Akero tidak pernah mempunyai teman kecuali seekor burung
gagak yang selalu terbang di dekatnya atau bertengger di bahunya.
Kepribadian:
Seperti
petapa pada umumnya, Akero mengejar ketenangan spiritual dalam
hidupnya, dia jarang berbicara kepada siapapun. Dia menyukai keheningan,
kedamaian, dan ketiadaan. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk
bermeditasi di dalam sebuah gua di puncak gunung tersunyi.
Masa
lalunya yang kelam membuatnya memilih mengasingkan diri dari kehidupan
duniawi. Dan hal ini menjadikannya apatis terhadap banyak hal.
Kemampuan bertarungnya yang luar biasa adalah buah dari hasil latihannya di dunia astral selama bertahun tahun.
Kemampuan:
Hanya
tersisa satu hal yang membatasi kemampuannya untuk berbaur dengan
angin, wujud fisiknya. Seakan-akan ia adalah perwujudan fisik dari
angin, Akero dapat dikatakan 'menguasai' angin.
Melompat, bergerak, dan bertarung seakan-akan angin yang berhembus, Akero melakukannya sesunyi dan secepat angin.
Akero
hampir tidak pernah mengeluarkan suara ketika dia bergerak dan
bertarung. hal ini menguntungkan untuk membunuh dalam silent mode.
Tropical Wind
Akero
dapat mensummon hembusan angin badai dalam skala maksimal (saat ini)
300km/h dari arah manapun ia kehendaki. termasuk dari arah bawah apabila
terdapat retakan tanah yang cukup dalam. Akero hanya mempunyai kuota
sejumlah 300km/h angin. jika kuota habis, Akero tidak dapat mensummon
jurus ini hingga ia bermeditasi mengumpulkan cakranya lagi..
The Twin Schyte
Dua
sabit besar dan cakar besi di kedua tangannya adalah senjata utamanya.
Bahan senjata ini tidak diketahui pasti, ukurannya yang besar, lentur
namun amat tipis sempat dicurigai berbahan dasar seng. Tapi mengingat
bobot dan ketajamannya yang luar biasa, hal ini segera terbantahkan.
Dikombinasikan
dengan gerakannya yang sangat cepat, Akero dijuluki Sang Angin oleh
satu-satunya prajurit kerajaan yang selamat dari tragedi pembantaian
seribu manusia. Dan tragedi itu dilakukan oleh Akero seorang diri dengan
hanya membawa satu sabitnya saja.
- Hell Moon. Akero akan menyatukan kedua sabitnya di bagian yang datar, sehingga membentuk lengkungan tajam. Untuk menyerang, Akero bisa melemparkannya dan senjata ini dapat kembali pada sang pelempar (seperti boomerang)
- Hell Tornado; Akero dapat membuat sabitnya berputar cepat pada porosnya seperti gangsing, ditambah dengan kekuatan elemen anginnya, Akero akan membuat sebuah pusaran angin topan dengan sabitnya yang berputar secara acak ditengahnya. Angin ini berwarna perak dan menyedot apapun yang dekat dengannya. Semua benda yang masuk kedalamnya hampir pasti akan hancur tercincang oleh sabitnya.
- Theta controller, Akero dapat mengendalikan semua senjatanya tanpa menyentuh, hal ini dapat dilakukannya hanya apabila dia bermeditasi dalam kondisi Theta. Dia akan duduk bersila ditengah pusaran tornado yang melindunginya, sementara senjatanya akan bergerak sesuai keinginannya.
The Claw
Ketika
sabitnya tidak ada, Akero menggunakan dua cakarnya yang tersimpan di
balik lengan bajunya. dikombinasikan dengan serangan cepat, Akero adalah
combatant yang dapat bertarung baik secara dekat ataupun jauh.
Radar Defense
Akero
dapat mendeteksi serangan yang masuk ke dalam ‘radar’nya dengan
merasakan perubahan angin yang terjadi di sekitarnya. Jika serangan itu
tidak terlalu hebat, Akero dapat dengan mudah menghindarinya.
Radar ini memiliki blind spot di belakang tengkuknya.
Kelemahan:
Zenbreaker
Apabila
Akero diganggu pada saat dia sedang bermeditasi, Akero akan mengamuk
tidak memperdulikan apapun disekitarnya kecuali memberi pelajaran pada
hal yang mengganggu meditasinya.
Fisik
Perawakan
Akero yang pendek dan kecil menjadi salah satu kelemahan fatal dalam
pertarungan. Meskipun ia bergerak dengan cepat, namun satu hantaman
telak pada bagian yang krusial dengan tenaga penuh dan kecepatan yang
cukup sepertinya dapat membuatnya tidak sadarkan diri.
Blind spot
Seorang
temannya di klan hyuga mengajari Akero tentang Blind spot yang terdapat
pada tengkuknya. Serangan pada titik ini tidak mungkin terdeteksi dan
akan sulit dihindari. Maka dari itu Akero menutup blind spotnya dengan
sisik naga di tengkuknya, melindunginya dari serangan musuh pada titik
ini.
Apatis Totalis
Sikapnya
yang apatis terhadap banyak hal dapat merugikan hidupnya, ia akan terus
bertarung dan tidak peduli jika tubuhnya hancur remuk, kehabisan darah,
ataupun mati.
Api
Akero
akan kesulitan jika musuhnya menggunakan api sebagai senjatanya. elemen
anginnya akan memperburuk keadaan sehingga dia harus bertarung
menggunakan kemampuan bertarung tanpa dibantu oleh elemennya sendiri
Realms:
Bumi – Sebuah negara di benua timur.
Faksi
Hero
– Hal yang masih menjadi misteri bagi Akero sendiri, mengingat ia
pernah membantai seribu manusia di negerinya. Dan sebuah desa di Timur
jauh.
Kehidupan Sebelum Turnamen:
Tidak
banyak yang mengetahui masa lalu Akero. Di tempat saat ini dia menetap,
tidak ada seorang pun yang tahu darimana pemuda ini berasal. Bahkan
wajah aslinya pun tidak pernah ada yang melihat.
Dulu
pernah ada sebuah rumor beredar di tempat Akero sedang singgah. Rumor
itu mengatakan bahwa Akero adalah seorang anak yang dikutuk dan
diasingkan oleh klan nya sendiri.
Keesokan
harinya, desa itu hancur. Beberapa orang yang selamat bersaksi bahwa
mereka merasakan dan melihat terjangan angin berkilat-kilat keperakan,
diikuti oleh suara besi beradu yang memekakkan telinga. Seakan-akan
sebuah pusaran raksasa yang berduri, angin itu menarik semua benda yang
berada di dekatnya dan melebur habis apapun yang masuk ke dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar