Gabriel
lebih tua dari Umur Bumi | Tidak punya jenis kelamin
By : Dedalu
Sesungguhnya, Gabriel bukanlah nama
aslinya. Ia telah lupa nama apa yang Sang Iblis berikan sebenarnya.
Tepatnya sengaja lupa, berharap agar ‘Iblis’ menghilang selama-lamanya
dari kehidupannya.
Pernah lihat stickman dalam
versi lebih gemuk? Kedua kaki, tangan dan kepalanya tidak lebih dari
sekali goresan bila ingin digambarkan. Bulat dan melengkung adalah
formula untuk mengimajinasikannya. Sesederhana itulah rupa Gabriel, cucu
dari cucu Sang Iblis.
Tidak lupa goresan sederhana
tersebut ditambahkan dua bola mata bulat sempurna dengan iris hitam yang
juga bulat sempurna. Ia tidak punya mulut, hidung dan rambut. Gabriel
tidak bisa bicara, dia bisu. Dia berinteraksi dengan tatapan matanya.
Maksudnya, lawan bicaranya akan bisa memahami apa yang Gabriel sampaikan
dengan saling ‘berbicara’ empat mata.
Tidak seperti kakek buyutnya Iblis yang dominan berwarna merah
dibandingkan hitam, Gabriel berwarna hitam pekat. Saking pekatnya,
cahaya yang menerpanya bahkan tidak mampu untuk memudarkannya,
setidaknya menyilaukan kehitamannya. Hanya bola matanya yang putih.
Gabriel bergerak dengan melayang. Ia punya kaki, namun tidak pernah
menginjak tanah. Kalau diam dan berjalan santai, dia terkatung di udara.
Kalau berlari, dia melesat bak burung elang yang hendak memburu
mangsanya, cepat dan gesit. Itupun kalau dia ingin berlari.
Soal umur, Gabriel tidak ingin ambil pusing untuk mengingatnya. Ia
hanya tahu dari sesepuhnya bahwa umurnya jauh lebih tua daripada umur
Bumi. Soal umur, usahlah dipikirkan terlalu serius, apalah arti sejumlah
umur bila kawan-kawan tahu tahu akan hidup sampai akhir zaman.
Jenis kelamin? Iblis seperti Gabriel tidak punya jenis kelamin.
Kepribadian
Sosok Gabriel diketahui hampir seluruh penghuni kerajaan Iblis karena
sifatnya yang pemalas dan polos. Gabriel lebih senang melayang-layang
diudara tidak melakukan apa-apa alias diam tanpa alasan jelas. Ia juga
tidak jarang ditemukan tidur dalam posisi berdiri, kemudian bangun dua
hari kemudian.
Selain pemalas, dia juga polos. Gabriel
tampil sangat apa adanya dan sederhana dalam tingkah laku dan
perbuatannya. Ia juga selalu berusaha jujur dan ingin berbuat baik
kepada orang lain alih-alih berlaku jahat karena ia keturunan Iblis.
Namun, dibalik kepolosannya, tersembunyi keteguhan hati yang tangguhnya
seperti tembok. Ia berpendirian konsisten dan tidak mudah untuk ditipu
dan dihasut. Maka apa jadinya bila kejujuran hati ditambah teguhnya
pendirian?
Latar Belakang
Gabriel adalah keturunan dari Sang Iblis, penguasa kejahatan diseluruh
alam semesta. Sifat Sang Iblis yang jahat terus menurun kepada
anak-cucunya. Mereka memiliki spesialisasi kejahatan masing-masing dan
ditugaskan untuk merusak kehidupan manusia. Semua keturunan Sang Iblis
sangat loyal pada kejahatan, kecuali Gabriel.
Gabriel
awalnya diharapkan—dengan spesialisasi merusak pemikiran manusia untuk
melakukan kejahatan—dapat membantu kerajaan Iblis. Namun akhirnya tidak
sesuai rencana, Gabriel memberontak. Ia terang-terangan membangkang dan
menolak perintah Sang Iblis. Hasilnya, Sang Iblis marah besar dan
menghukum Gabriel dengan hukuman pengasingan di Kaki Gunung Eldur.
Gabriel memberontak karena menyadari kejahatan telah menghitamkan
manusia dengan sejarah-sejarah kelamnya. Bencana, rusaknya moral dan
memudarnya cahaya kehidupan di muka Bumi ini dialamatkan pada kejahatan.
Kejahatan adalah musuh Alam Semesta, musuh kebaikan dan musuh
segala-galanya.
Beberapa puluh tahun sebelum
pembangkangan, Gabriel adalah iblis yang sangat loyal dan patuh kepada
perintah Sang Iblis. Semua tugas dan misi dapat ia kerjakan dengan
lancar. Sang Iblis sangat bangga dan kagum pada Gabriel waktu itu. Pun
Gabriel sangat senang mendapatkan hati Sang Iblis
Hingga semuanya berubah ketika Gabriel mendapatkan tugas menggoda
seorang pria muda yang miskin. Ia dipercaya oleh Sang Iblis untuk
menghasut dan menggoda pria muda tersebut agar membunuh istrinya yang
hamil di luar nikah.
Gabriel taat dan patuh mengingat
itu adalah tugas yang tidak terlalu sulit. Ia telah belajar banyak dari
pengalaman-pengalamannya bahwa manusia itu adalah makhluk yang serakah
dan egois. Membunuh demi ego sendiri adalah mahfum bagi manusia, pikir
Gabriel.
Maka Gabriel datang ke permukaan Bumi dan
mendatangi pria muda tadi, menggoda dan menghasutnya untuk membunuh
istrinya yang hamil di luar nikah. Gabriel memberi iming-iming kebebasan
tanggung jawab dan nama baik.
Gabriel merasa
selangkah lebih maju ketika merasakan hati pria muda tersebut sepertinya
patuh terhadap godaan dan hasutan Gabriel. Pria muda tersebut kemudian
mendatangi istrinya yang tengah hamil muda, menatapnya dengan bengis dan
aura mematikan.
Istri pria muda tersebut bertanya ada
apa yang terjadi dengan suami tidak sahnya. Gabriel, sembari terus
membisiki pria muda tersebut, menatap wajah sang istri. Ia tampak takut
tapi menyembunyikan ketakutannya.
“Kita tidak makan lagi hari ini?” ujar istrinya mencoba menebak suaminya.
Gabriel semakin menekankan bisikannya pada pria muda tersebut agar
secepatnya merenggut nyawa istrinya dan anak haram mereka. Mata pria
muda tersebut nanar, keringat bercucuran dari pelipisnya.
Cekik dia!
Tangan pria tersebut bergetar, Gabriel menekankan lagi bisikanya
Matikan dia!
Wajah sang istri ketakutan. Ia memegangi perutnya dengan gemetar.
Cabut!
Cabut nyawanya!
Bunuh dia atas nama Sang Iblis!
Namun tangan pria muda tersebut tidak diangkat sedikitpun, alih-alih
mencekik istrinya, ia malah merangkulkan kedua lengannya pada leher
istrinya. Sang istri terkejut, sang suami menangis tersedu-sedu. Lalu
Gabriel terus mencoba membisikinya lagi.
Istri dan
anakmu akan menambah beban hidupmu! Untuk makan kau sudah susah! Bunuh
dia! Selamatkan namamu! Mau diletakkan dimana wajahmu diantara
masyarakat!
Pria muda masih bersikukuh,
tangisannya makin keras dan semakin keras. Ia kemudian berteriak
kencang, lalu sebuah sontakan keras keluar dari tubuh pria muda
tersebut. Gabriel terlempar keras.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu! Tidak akan pernah!”
Disusul sontakan keras lagi sehingga Gabriel terlempar jauh. Gabriel
terheran-heran dan bingung, tidak pernah dalam sejarahnya ia gagal dalam
tugasnya menghasut manusia, apalagi malah kalah telak seperti ini.
Ditengah-tengah keheranan dan kebingungannya, sebuah cahaya terang
berpendar dari atas pria muda dan istrinya yang sedang berpelukan.
Cahaya tersebut bersinar menyilaukan, mengalahkan matahari yang terik di
atas ubun-ubun.
Cahaya tersebut tampak bersiap-siap
untuk naik ke langit sebelum melihat Gabriel yang tadinya terlempar. Ia
datangi Gabriel sampai jaraknya keduanya sangat dekat. Kehadiran cahaya
tersebut membuat Gabriel risih, dari tubuhnya keluar asap. Gabriel ingin
lari dan menyelamatkan dirinya, namun rasa penasaran akibat keheranan
dan kebingungan tadi memaksanya untuk bergeming.
Benarkah kekuatan yang lemparkan aku tadi kekuatanmu
Cahaya tersebut terdiam, namun sebenarnya dia sedang berbicara kepada Gabriel. Dan Gabriel tampak mengerti.
Sesungguhnya aku terlambat datang ke sisinya.
Pria itu bagian darimu?
Pria muda itu mengeluarkan cahaya kebaikan jauh dari dalam hatinya.
...
Pria muda itu awam, meskipun begitu, ia berhasil temukan kebenaran sesungguhnya.
Tidak ada manusia seperti kau katakan.
Kau lihat sendiri.
Tubuh Gabriel dipenuhi oleh asap. Namun Gabriel masih menatap cahaya
tersebut dan sesekali melirik pada sepasang manusia yang berpelukan
dibelakang.
Setiap entitas punya kebaikan. Datang dan carilah kebaikanmu sendiri, Gabriel.
Cahaya tersebut kemudian naik ke langit dengan cepat, meninggalkan Gabriel yang tubuhnya menipis dimakan asap.
1000 tahun telah berlalu, Sang Iblis memprediksi Gabriel akan kembali
kepada kejahatan dan kembali menjadi iblis kepercayaannya. Ia
memerintahkan prajuritnya agar membawa Gabriel dari pengasingan. Namun,
Gabriel ditemukan menghilang tanpa jejak.
Faksi
Heroes
Kemampuan
- Kasat Mata. Manusia, hewan dan tumbuhan tidak dapat melihatnya.
- Dapat Merasuki Hati dan Pikiran Manusia. Gabriel dapat menyusup kedalam diri manusia dan menghasutnya untuk melakukan kejahatan. Sebagai keturunan Iblis, menghasut manusia melalui hati dan pikiran jauh lebih efektif dibandingkan dari luar.
- Kekal. Gabriel kekal sampai akhir waktu, kecuali Tuhan dan Sang Iblis memerintahkannya untuk mati, serta bila Gabriel terlalu banyak dipapar cahaya..
- Tidak dapat disentuh oleh makhluk hidup di muka bumi.
Namun, semuanya tidak aktif bila tidak berada dalam jangkauan Sang
Iblis. Realm Battle of Realms tidak teridentifikasi oleh Sang Iblis,
maka Gabriel sebagai keturunan Sang Iblis hanya sebagai nama dan
julukan. Kecuali kemampuannya untuk mati oleh Tuhan dan akibat paparan
cahaya, serta kemampuannya untuk melayang.
Dalam
Battle of Realms, Gabriel hanyalah gumpalan hitam pekat yang melayang.
Meskipun begitu, keberadaan Gabriel nyata. Misalnya, dia dapat memegang
ranting pohon dengan lengannya.
Kelemahan
- Cahaya yang menyilaukan. Gabriel akan lemas bila terus menerus dipapar cahaya.
- Malas Bergerak
- Kekuatan Kebaikan Hati dan Pikiran. Walaupun ingin bersikap baik, Gabriel tetap saja Iblis yang masih saja dapat dilemahkan oleh kebaikan hati dan pikiran makhluk lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar