Selasa, 13 Maret 2018

[Charsheet][Heretic] Stellia Scarlet - Little "Loli" Shinigami

Heretic Concept: Stellia Scarlet
Usia: 16 tahun
Jenis kelamin: Perempuan
Deskripsi fisik:
  • Rambut berwarna perak, panjang hingga sepunggung, memakai pita berwarna merah di rambut sebelah kirinya.
  • Wajah sedikit kekanak-kanakan
  • Mata berwarna hijau
  • Terkadang, bisa ditemukan sedang memakai syal. Tidak seorang pun yang mengetahui kapan ia memakainya. Yang jelas, syal itu tidak ada hubungannya dengan kekuatannya sama sekali.
  • Awalnya datang ke dunia dengan memakai pakaian yang mencirikan shinigami (berwarna hitam, lengan panjang dan longgar, rok panjang hingga mata kaki), Namun, karena tinggal di lingkungan yang mengharuskan berinteraksi dengan manusia, ia akhirnya memakai seragam sekolah kebanyakan (berwarna putih dengan kerah seifuku berwarna merah, rok sedikit di atas lutut berwarna biru tua, kaus kaki panjang berwarna putih, sepatu berwarna hitam).
  • Memegang senjata utama yang selalu disembunyikan: “grim reaper”, sebuah sabit besar (scythe) yang biasa digunakan untuk mencabut nyawa. Memegang scythe berarti menunjukkan identitasnya sebagai shinigami: rambutnya berubah menjadi kemerahan (scarlet)
Kepribadian
  • Periang dalam berbagai kondisi, namun ada beberapa saat dimana ia bisa menjadi sangat serius.
  • Airhead: gampang dialihkan perhatiannya dengan hal-hal sepele
  • Sangat menyukai kucing
  • Jika berada sendiri, lebih banyak diam (siapa yang mau ngomong dengan dinding?)
  • Karena lama berinteraksi dengan manusia, ia hampir mengerti seluruh ekspresi yang bisa diungkapkan oleh mereka. Hanya satu hal yang tak bisa ia mengerti: cinta.
Kemampuan:
  • Astrum recita: membaca takdir dan kepribadian berdasarkan konstelasi bintang yang ada di atas kepala orang yang akan dibaca takdirnya.
  • Veritas: dapat mengetahui kebenaran yang disembunyikan jauh di lubuk hati orang lain.
  • Anima fractorem: salah satu kemampuan yang ada pada grim reaper. Menghancurkan nyawa orang lain dengan paksa. Biasanya digunakan untuk memberikan kematian yang sangat menyakitkan sebagai balasan atas kehidupannya di dunia.
  • Anima protectoris: salah satu kemampuan yang ada pada grim reaper. Menghindari orang lain dari kematian. Biasanya digunakan untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang yang ingin memperbaiki kehidupannya di dunia.
  • Anima ascella: salah satu kemampuan yang ada pada grim reaper. Memberikan sayap kepada nyawa orang lain sehingga ia bisa meninggalkan dunia dengan tenang. Biasanya digunakan untuk memberikan kematian yang tenang sebagai balasan atas kehidupannya di dunia.
Kelemahan
  • Astrum recita hanya bisa dilakukan pada malam hari saat bintang bersinar cerah. Sebenarnya, karena malam tak selalu cerah, shinigami mengembangkan astrum recitanya sendiri hingga bisa digunakan saat malam yang mendung, bahkan pada siang hari. Sayangnya, akurasinya jauh menurun dibandingkan malam yang cerah.
  • Veritas sangat sulit untuk dilakukan, sehingga shinigami mencoba mensiasatinya, tetapi usahanya gagal. Sekarang, ia tidak mampu membaca isi hati orang lain ketika mereka berbahagia, sedih, dan lainnya. singkatnya, ia tidak mampu membaca isi hati orang lain ketika mereka diselimuti perasaan dan emosi yang mendalam.
  • Grim reaper sangat berat dan tidak praktis untuk digunakan. Berikut syarat yang harus dipenuhi:
    • Anima ascella hanya bisa dilakukan dengan “memenggal” leher target menggunakan leher scythe yang tajam.
    • Anima fractorem hanya bisa dilakukan dengan menusuk bagian perut target menggunakan gagang scythe yang cukup panjang.
    • Anima protectoris dapat dilakukan dengan menancapkan gagang scythe di atas tanah tepat di depan target.
Karena itu, biasanya eksekusi dilakukan ketika target kehabisan tenaga atau merelakan dirinya untuk dieksekusi, walaupun bisa saja dilakukan saat bertarung agresif. Shinigami pernah menghitung persentasenya, dan kemungkinan untuk menggunakan anima ascella pada targer bergerak hanya sekitar 5%, anima fractorem sekitar 8%, dan anima protectoris sekitar 0%.
  • Astrum recita dan veritas mengandalkan kekuatan matanya. Ketika ia terserang konjungtivitis (entah viral atau bacterial), otomatis mereka tidak bisa digunakan.
  • Anima fractorem, anima protectoris, dan anima ascella hanya bisa digunakan dengan grim reaper. Jika hilang, tentu saja ini akan menjadi masalah rumit. Sialnya lagi, ia sudah beberapa kali kehilangan grim reaper di afterlife.
Cara bertarung
Terlahir sebagai shinigami yang terbiasa mencabut nyawa dalam keadaan damai, Stellia dihadapkan dalam kondisi pertarungan yang serba dinamis dan penuh kemungkinan. Alhasil, ia harus segera menyesuaikan diri dengan keadaan, atau ia tidak mampu memenuhi tugasnya sebagai seorang shinigami. Karena usianya masih kecil dan tidak tahu apa-apa soal ini, ia "merengek-rengek" di afterlife agar diberikan kemampuan untuk bertarung. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang bersedia mengajarinya. Melawan kodrat, kata mereka. Alhasil, Stellia terpaksa berlatih dalam kesendirian. Dengan pekerjaannya sebagai seorang shinigami, ia sebenarnya dapat berpindah tempat dengan sangat cepat, tetapi ia jarang menggunakannya karena tidak tahu apa gunanya di kehidupan nyata. Kini, ia menggunakannya dalam pertempuran untuk menghindar dari serangan musuh, dan terkadang juga menggunakan teknik martial art sederhana untuk menyerang, walaupun ia jarang menggunakannya. Belakangan, ia sering membawa sebuah pisau kecil untuk melumpuhkan musuh jika terpaksa. Namun, tetap saja ia tidak mampu menggunakan scythe dengan cepat karena beratnya. Saat ini, ia masih terus belajar untuk menggunakan kekuatannya yang tidak seberapa sebijak mungkin. Terlebih lagi, ia lebih suka bernegosiasi, menyadarkan orang-orang tentang kesalahannya dan tidak lagi mengulanginya di masa depan.
Realms
Dunia nyata. Tidak ada referensi spesifik yang menyatakan dimana ia tinggal.
Faksi
Heretic: selain sesuai dengan pekerjaannya, ada beberapa alasan lain yang tak ingin diungkapkannya.
Kehidupan sebelum turnamen
Terlahir sebagai manusia, Stellia telah merasakan berbagai penderitaan yang bisa dialami manusia. Mulai dari ditinggal orangtuanya sejak kecil, tidak ddiperhatikan oleh keluarga angkat dan orang-orang di sekitarnya. Teman-temannya bahkan punya ide yang lebih buruk: menumpahkan segala kesalahan pada Stellia. Jelas, ia menjadi sasaran kemarahan keluarganya sehari-hari.
Suatu hari, ia bertemu dengan kucing yang telah dibuang pemiliknya. Stellia pun segera menyukainya dan menganggapnya sebagai saudara sendiri. Beberapa waktu kemudian, heroine melihat kucingnya dipermainkan oleh teman-temannya. Stellia memarahi teman-temannya yang langsung melempar kucing itu di tengah jalan. Kemudian, terlihat sebuah mobil melaju kencang. Selanjutnya, ada sebuah cerita klasik yang terjadi: Stellia menyelamatkan kucing, tertabrak, dan mati seketika.
Baik. Kisah manusia ditutup sampai di sini.
Di afterlife—dunia kematian—Stellia ditawarkan untuk menjadi shinigami. Tanpa pikir panjang, ia langsung menerimanya. Alasannya bukan hanya untuk membalas dendam. Bukan itu saja. Ia ingin, setiap manusia mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang dilakukannya selama hidup.
Dunia ini tak adil. Dunia tak pernah adil.
Dengan wujud seorang manusia, ia kembali diberi kesempatan untuk kembali ke dunia. Menegakkan keadilan, walaupun terkadang terasa pahit: membunuh orang-orang yang pernah dicintainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar