Nama : Meg (diduga orang yang sama dengan Megusa Maliaggot)
Umur : terlihat seperti nenek-nenek di atas 80 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Deskripsi Fisik :
- Bertubuh pendek dan bungkuk, di bawah 150 cm dan cenderung gemuk alih-alih kurus. Membawa keranjang rotan yang ditutupi sapu tangan.
- Kulit keriput kecokelatan dan berkutil, namun kadang bisa berubah menjadi sangat pucat seperti mayat.
- Tidak seperti rupa tukang sihir pada umumnya, hidungnya tidak bengkok, melainkan membulat di ujung, sehingga raut wajahnya terlihat lucu.
- Mata kirinya terlihat lebih lebar dari mata kanannya. Iris mata kirinya hijau pucat, sementara yang kanan hitam. Ada cekungan hitam di matanya.
- Rambut putih, kaku seperti kawat atau sarang burung yang menyembul dari tudung kepalanya.
- Gigi-geliginya tak beraturan, sebagian sudah membusuk.
- Mengenakan kerudung cokelat yang kusam dan pudar, gaun merah marun panjang berenda yang menggembung di bagian tangannya dengan sulam-sulaman indah—yang seharusnya bagus jika tidak usang dan kotor.
- Mengenakan sepatu berwarna cokelat tanah.
- Teradang terlihat pula binatang-binatang menjijikkan yang menyembul dari balik gaun atau kerudungnya.
Tingkah laku :
- Suka berbohong
- Suka berbicara ngelantur
- Mengaku bisa meramal
- Pemuja Amelia, dia senang bercerita tentang Lady of the Woods, walau seringkali dilebih-lebihkan
- Mengaku ibunda dari Amelia
- Menyukai hewan-hewan menjijikkan, seperti kadal, kodok, ular, kemudian memakannya. Menyukai pula tempat-tempat yang lembab.
- Cara tertawa yang khas, tawa serak menggema terkadang melengking dengan intonasi tak beraturan, namun terdengar seperti : “Wekekekkekek”
- Menenggelamkan diri dalam tanah, air, atau batang pohon.
- Suka menjewer dan mencubit hidung
- Kalau marah bakal mengutuk orang jadi kodok
- Berada dalam nasib buruk.
- Tidak senyaman tempat tinggalnya di Hutan Pinus.
Realms :
Hutan Pinus, hutan yang seharusnya indah dan harum dengan lebatnya pepohonan pinus, bunga, dan berry liar.
Kemampuan :
- Isi keranjangnya bermacam-macam, namun terkategori menjadi : makanan (biasanya apel, kue kering, atau kue pai); aksesoris wanita seperti sisir, pita, bros; serta macam-macam kain dan alat jahit.
- Makanan yang manapun beracun walau berbau harum. Racun 1 : tidak mematikan, namun membuat tertidur selama tiga hari. Racun 2 : melumpuhkan syaraf. Racun 3 : membuatmu gatal-gatal. Efeknya akan bekerja segera setelah dimakan.
- Aksesoris yang dipasang akan berusaha membunuh, seperti pita yang mencekik, bros yang menancapkan jarumnya menembus kulit.
- Kain seperti baju, topi, atau kain apapun biasanya bermacam-macam efeknya. Ada yang membakar kulit, mengelupas kulit, atau meremukkan tubuh.
- Walau terlihat seperti wanita tua, fisiknya kuat dan lincah. Dia bisa melompat dari pohon ke pohon seperti tupai, dan meremukkan dahan pohon dalam genggamannya.
- Kuku-kuku jarinya bisa memanjang seperti binatang buas dan sangat tajam.
- Bisa menggali lubang dengan cepat.
- Dari balik pakaiannya bisa muncul binatang-binatang menjijikkan yang kadang tak masuk akal jumlahnya bila disembunyikan di tubuh wanita itu. (tikus, ular, ulat, kodok, lipan, kebanyakan hewan-hewan kecil yang hidup di rawa)
- Bisa menaburkan belatung, cacing, dan ulat dari jemari-jemarinya.
- Menguasai sihir mengubah wujud orang menjadi binatang, jika lawan sudah tidak berdaya, dia akan membaca mantra dan menyelimutinya dalam kabut hijau. Lawan yang sudah berubah menjadi binatang, biasanya langsung ditelan hidup-hidup.
- Bisa menyatu dengan tanah, air, dan batang pohon. Namun tidak bisa teleport.
- Bila kabut tebal, dia juga bisa menghilang dalam kabut.
- Walau Meg bukan manusia, dia masih bisa dilukai dan dilumpuhkan
- Meg tidak bisa dilumpuhkan ketika berada di air, namun setiap sepuluh menit dia akan keluar dari air
- Tidak menyukai garam
- Semua makhluk dari Hutan Pinus tampaknya tak menyukai api
Heretic—mungkin Amelia ada di sana? Wekekekkekek
Kehidupan Sebelum Turnamen :
Jika berjalan-jalan sendirian di Hutan Pinus yang senantiasa gelap dan berkabut, mungkin kau akan bertemu Meg. Dia akan pura-pura berbaik hati menolongmu yang tersesat untuk menemukan jalan keluar. Namun diam-diam, sambil bercerita tentang kebaikan Lady of the Woods, dia membawamu ke lubang penuh ular dan mulai memakanmu hidup-hidup.
Meg lebih sering dilihat anak-anak—biasanya hanya anak-anak yang berani bermain di hutan itu, namun biasanya si anak kembali setelah dikurung dalam lubang beberapa hari. Berlumur lendir, jamur, akar tanam-tanaman, dan dia trauma. Orang dewasa tidak pernah bercerita tentang Meg, mungkin mereka yang pernah melihat wanita tua itu tidak pernah kembali. Cerita tentang Meg menambah kengerian di Hutan Pinus yang sempat tenang selama beberapa waktu.
Tentang Megusa Maliaggot (novel spoiler alert! xP)
Dulu, kira-kira lebih dari dua puluh tahun lalu, ada seorang wanita tua baik hati yang bekerja sebagai penjahit. Dia membuat topi, kaos kaki, dan terkadang memberi kue untuk anak-anak yang kedinginan pun kelaparan. Dia tinggal di Akar Pinus, bersama suaminya yang bertugas menjaga pemakaman. Namun, di suatu musim dingin yang kelabu, Megusa meninggal dunia. Dua tahun kemudian, suaminya pun menyusul.
Namun, hantu Megusa seringkali menampakkan diri di rumah tua itu, bahkan penjaga makam yang sekarang mengaku menerima undangan dari Megusa untuk membantunya menjaga kuburan orang-orang mati yang juga perbatasan Hutan Pinus.
Setelah si penjaga makam sekarang—yang tak lain adalah Allan, ayah Belle—berhasil memenuhi permintaannya, Megusa menghilang. Baru disadari beberapa waktu kemudian bahwa Megusa sudah meninggal bahkan sebelum Allan datang ke Kota Pinus. Magisa, cucu Megusa, yang diam-diam menceritakan kebenaran bahwa dia memang sering melihat neneknya jalan-jalan, kemudian menghilang ke hutan pinus.
Hampir sepuluh tahun berlalu, muncul cerita aneh tentang Meg. Si Tua Meg, Si Gila Meg, Si Mati Meg, dan julukan-julukan tak mengenakkan lainnya dari Hutan Pinus. Ciri-ciri hidung bulat dan postur tubuhnya mengingatkan pada Megusa dari Akar Pinus, dan Allan yang penasaran mencoba menggali makam Megusa. Kosong, seperti perkiraannya. Magisa pun menghilang, ayahnya yang menjadi sebatang kara pun menenggak racun.
Misteri dari Hutan Pinus seakan tak berakar. Entah siapa Meg atau Megusa ini dan apa tujuan sebenarnya. Siapa pula Amelia yang sering dia sebut-sebut.
Yang jelas, tidak ada yang berani menerobos hutan itu, jalan-jalan senantiasa berubah dan menyesatkan. Pepohonan berbisik-bisik menutupi matahari, kabut serupa helaan napasnya yang senantiasa merayap bagai ular berbisa pembawa kabar buruk, dan akhirnya kau tahu bahwa benda-benda yang kaubawa tak ada bedanya dengan batu. Takdir yang gelap menantimu untuk ditenggelamkan bersama mereka yang gaib. Tinggal menunggu waktu. Kau berada di bawah kekuasaan alam.
Catatan Allan Fenestra mengenai Meg :
Akhir-akhir ini banyak kabar beredar mengenai Meg, dan menurut cerita, wujudnya seperti wanita tua bungkuk bertudung yang membawa keranjang. Perilaku seperti orang sinting, dan perkatannya tidak bisa dipercaya. Hidung bulatnya mengingatkan siapa pun pada Megusa, wanita yang pertama kali kutemui di kota ini, dan tentu saja dia sudah mati. Aku sendiri tak pernah bertemu dengannya, tidak pula Edgar yang menunda keberangkatannya hanya untuk menjelajah hutan dan memeriksa kabar itu. Namun dari cerita-cerita warga, ada beberapa hal yang kusimpulkan tentang bagaimana cara menghadapi Meg kita ini.
Bila bertemu Meg, tidak disarankan mengakui kalau tersesat, berpura-puralah yakin dengan langkahmu. Kebingungan juga akan memancing Meg mendekatimu, yang penting janganlah takut padanya.
Menolak barang apapun darinya akan membuat marah dan itu merepotkan, lebih baik mengusirnya secara halus.
Bila dia menawarkan apel beracunnya, tolaklah dengan makanan yang kau bawa (catatan: Meg mungkin meminta makanan itu dan menyemburkan kunyahannya ke wajahmu, turuti saja kemauannya). Jika tak ada makanan yang kau bawa, ambillah ranting pohon, dedaunan, atau apa pun dan kunyah lalu berpura-pura menelannya. Berkatalah seolah-olah kau menyukainya dari pada apel itu.
Bersyukurlah jika kau laki-laki, karena tidak ditawari aksesoris. Namun bila wujud dan jiwamu adalah perempuan, tolaklah aksesoris yang diberikan dengan membuat aksesoris lain dari alam, seperti mahkota rangkaian bunga, ataupun bros yang disematkan dari rangkaian ranting. Bilang jika kau lebih menyukai keindahan-keindahan alami. Namun, jangan lupa segera buang aksesoris-aksesoris itu jika sudah berhasil keluar hutan. Terlalu berbahaya membawa sesuatu dari Hutan Pinus.
Bila dia menawarkan baju-baju hangat atau kain apa pun, tolaklah dengan berpura-pura menikmati udara dingin di hutan.
Bila dia bercerita tentang Amelia, berkatalah bila Meg lebih cantik darinya. Puji-puji dia, dan buat dia percaya, kemudian Meg akan perlahan meninggalkanmu. (secantik apakah Amelia itu?)
Ingat, kepura-puraanmu diperhatikan Meg, dia akan memaksamu memakan atau memakai barang-barang pemberiannya. Secara sadar atau tidak, dan mungkin saja tahu-tahu kau sudah jatuh ke dalam lubang ular. Selalu sedia garam dan lampu minyak atau obor jika berjalan-jalan ke Hutan Pinus, dan sebaiknya memang jangan mendatangi hutan itu.
Kuharap tidak ada lagi anak-anak yang menghilang dan kembali dengan trauma dari Hutan Pinus. Aku pun melarang Belle kecilku untuk bermain di hutan tanpa sepengetahuanku. Dan laki-laki sebaiknya tidak bepergian sendiri ke hutan itu, entah mencari anaknya yang hilang, atau tujuan lain. Meg hanya salah satu dari ‘mereka’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar