Alias :
Arvesness, Aria, Zheyn, Chiria, Mikan... yah, Lilia punya banyak nama di setiap dimensi yang dikunjunginya, namun tetap, nama sejak lahirnya dan yang paling sering ia gunakan adalah Lilia.
Umur : 329 tahun
Jenis Kelamin : Wanita
Deskripsi :
Lilia adalah seorang penjelajah dimensi. Yang pertama kali akan muncul di pikiranmu bila melihat Lilia adalah ‘dingin’ dan ‘seenaknya’. Ia selalu memperhatikan tindak-tanduk orang-orang di sekelilingnya, lalu menganalisanya—atau bahkan menanyakan mengapa orang tersebut melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang menurutnya menyusahkan. Lilia terlihat seperti perempuan berusia 20 tahun—walau umurnya sebenarnya sudah tua. Pekerjaan? Ia melakukan banyak pekerjaan yang berbeda di setiap dimensi.
Fisik :
- Tinggi badan : 169 cm
- Berat badan : 49 kg
- Rambut : Hitam legam, panjang sesiku tangannya. Ia selalu mengikatnya, karena menurutnya, rambut yang diurai itu benar-benar menyusahkan.
- Kulit : Tidak terlalu cerah, namun tidak gelap juga. Halus seperti kulit perempuan biasa. Sedikit pucat.
- Mata : Hitam, sedikit sipit.
- Terlihat seperti perempuan berumur 20 tahun.
Busana :
Dalam keadaan biasa, Lilia akan menggunakan dress putih selutut polos tanpa lengan, ditambah leging tidak ketat yang akan memudahkannya bertarung. Hanya itu.
Ia memakai flat shoes langsung pakai ketika bertarung, atau malah bila menurutnya terlalu menyusahkan, ia akan melepaskannya.
Aksesoris :
Kacamata berframe hitam. Ikat rambut. Tas ransel.
Kepribadian
- Tipe yang tenang, datar, dan dingin di luar—Lilia nyaris tak berekspresi. Bila seseorang menentang pendapatnya, Lilia akan membalas tentangan orang tersebut dengan wajah datar[1]. Namun pikiran Lilia yang sebenarnya tidak seperti itu.
- Berkepala dingin, selalu berusaha agar tidak tergesa-gesa dalam menghadapi masalah.
- Egonya lumayan tinggi, maka dari itu, ia tidak suka bila seseorang menentangnya—dan ia akan membalasnya balik[2].
- Lilia bukan tipe orang yang akan melakukan hal-hal yang menyusahkan. Sebaliknya, ia akan melakukan hal-hal yang membuat dirinya menjadi lebih mudah. Contohnya, ia memakai dress karena menurutnya gampang dilepas dan gampang dipakai. Ia tidak suka menggerai rambutnya karena menyusahkan dan menghalangi pemandangannya. Ia membawa ransel karena menurutnya gampang dibawa dan memudahkannya membawa barang-barang bila bertarung. Ia tidak suka sepatu tali karena menurutnya mengikat tali itu menyusahkan. Dan hal-hal semacam itu.
- Lilia punya kebiasaan untuk menganalisa lingkungan sekitarnya. Ia akan melihat orang-orang di sekitarnya, tingkah laku mereka, lalu mengomentarinya—bahkan untuk hal sekecil apapun, seperti; mengapa seseorang lebih menyukai rambut panjang? Atau, mengapa gadis suka memakai rok pendek? Bukankah gampang diintip? Atau, mengapa warna rambut orang itu berwarna-warni? Apa dicatnya? Untuk apa? Bukannya menyusahkan? Dan hal-hal semacam itu.
- Lilia bukan tipe orang yang senang bicara, namun bila sudah berargumen atau berkomentar, ia akan bicara tanpa memedulikan apakah ucapannya menyakiti hati lawan biacarnya atau tidak. Bila pendapatnya ditentang. ia akan membalasnya balik sampai orang yang menentangnya tak berkutik.
- Lilia bukan tipe orang yang akan membunuh seseorang di dunia nyata. Namun bila di pertarungan ada semacam kelonggaran seperti membuat lawan yang mati hidup kembali, ia tidak akan segan-segan membunuh lawannya dengan cara yang sadis—bahkan bermain-main ‘sedikit’ dengannya[3] (tetapi ini hanya berlaku ketika ia sedang mood).
- Bukan tipe orang yang gampang digoda dan jatuh cinta. Perlu waktu yang lama untuk membuatnya luluh atau sekedar malu-malu, apalagi ia masih sangat mencintai Dr. Haxel.
- Tipe orang yang senang mempermainkan psikologi lawannya dengan cara mengejek, memandang rendah, dan hal-hal semacam itu.
- [Add : Ah, saya lupa nambahin ini] Walaupun Lilia punya banyak sifat buruk, tapi ia orang yang jujur. Ia tidak akan bilang 'Jelek' kepada orang yang tampan atau cantik, maupun sebaliknya. Ia tipe orang yang akan menambahkan 'detail-detail' kecil dalam pikirannya--atau langsung--agar bisa 'jujur'. Contohnya: Jika ia disuruh datang ke suatu tempat jam 7, dan ia datang jam 8, Lilia akan bilang. "Aku tidak telat, kok. Aku kan datang jam tujuh... lebih enam puluh menit.' Semacam itulah. Namun, bila ia tengah berakting, memainkan psikologi atau merendahkan lawannya, ia bisa berbohong (walau tetap, kalau bisa, tetap jujur). Sifatnya ini datang karena Dr. Haxel benci pembohong.
Kemampuan
- Painless Disorder : Sejak lahir, Lilia tidak bisa merasakan sensasi sakit, panas, dan dingin, namun masih bisa merasakan tekanan. Bila kau menusuknya atau menyiramnya dengan air panas, ia akan merasa biasa saja—ia akan merasakan tekanan pisau, namun tidak merasa sakit, walau tetap tubuhnya akan berdarah atau melepuh. Lilia memanfatkan kelainannya dengan baik, namun tetap, ia tidak sebodoh itu membiarkan dirinya terluka (karena yang terluka tetap harus diobati, dan menurutnya itu menyusahkan).
- Menganalisis : Lilia sangat pandai menganalisis tindakan lawan dan lingkungan; bagaimana lawannya bereaksi di bawah tekanan, apa kelemahan fatal lawannya, bagaimana cara memanfaatkan tempat bertarung semaksimal mungkin, dan bagaimana cara mengalahkan lawannya dengan cara mudah yang tak menyusahkan.
- Melihat lebih jauh dan tajam dengan bantuan kacamatanya : Mata Lilia sebenarnya tidak minus. Ia memakai kacamata-nya karena kacamatanya spesial; dapat melihat dengan jelas hingga jarak dua kilometer. Bila kacamatanya rusak, ia tidak akan apa-apa—karena matanya normal.
- Berpindah dimensi (walaupun di dalam pertarungan, kemampuan ini sama sekali tidak berguna).
- Berakting : Lilia dapat berakting untuk menipu lawannya. Walau ia nyaris tak berekspresi, hal itu ia lakukan untuk menjaga perasaannya. Lilia sudah hidup sangat lama, dan ia sudah mengetahui gelapnya dunia. Ia mempelajari kebiasaan dan sifat manusia sejak itu. Berakting baik atau jahat semudah membalikkan telapak tangan baginya.
- Mentalnya mental baja! : Lilia tidak akan mudah dijatuhkan oleh lawannya.
- Tas Ransel : Ia banyak membawa barang-barang di tasnya. Pisau, alat-alat P3K, pedang (ya, gadis ini membawanya -_-), stun gun, golok, pistol, pakaian ganti, makanan dan minuman, dan hal-hal yang tidak akan kau pikirkan.
- Bertarung : Lilia cepat dalam beraksi. Jangkauan matanya lebar dan jauh. Ketika melihat ke satu titik, ia bisa melihat dengan jelas titik yang lainnya. Ia tidak terlalu menguasai jurus bela diri tertentu, namun tendangan dan tinjunya lumayan menyakitkan (dan ia tidak akan segan-segan menendang lawannya di tempat-tempat tertentu). Ia juga jago dalam mengelak lawan.
- Menyembuhkan (?) : Lilia banyak belajar Kedokteran dari Dr. Haxel. Ia selalu membawa kotak P3K di tasnya. Ia bisa menangani luka-luka kecil, membalut luka-luka yang lumayan dalam, mengetahui letak-letak vital di tubuh manusia, dan tentu saja, dapat melakukan pertolongan pertama.
Kelemahan
- Staminanya stamina manusia biasa : akan lelah bila lari terlalu jauh, larinya tidak terlalu cepat. Intinya, biasa saja.
- Tidak bisa sihir : Ia malah bertanya-tanya mengapa sihir atau hal semacam itu ada.
- Tidak bisa merasakan keinginan untuk buang air : Ini memang kelihatan aneh, namun karena penyakitnya, Lilia tidak bisa merasakan kapan dirinya ingin buang air. Maka dari itu, ia membuat jadwal sendiri. Karena penyakitnya juga, ia tidak bisa berkeringat.
- Benci dengan orang-orang yang menurutnya sangat dramatis; yang menolong temannya alih-alih dirinya sendiri
- Dr. Haxel : Kalau ada yang menghina, merendahkan, atau menjelek-jelekkan Dr. Haxel, Lilia akan lepas kendali. Ia akan melakukan apa saja agar lawannya mati. Namun bila Lilia lepas kembali, cara bertarungnya akan menjadi kacau, dan ia akan lebih mudah dikalahkan.
Realms
Bumi. Namun, Lilia adalah penjelajah waktu. Ia pergi ke dimensi lain, maka bisa diblang, ia tidak punya tempat tinggal tetap.
Faksi : Heretic [tujannya tidak mulia. Ia hanya ingin bertemu dengan Dr. Haxel -_-)
Kehidupan Sebelum Turnamen
Lilia hidup di dunia ini tanpa pernah merasakan rasa sakit. Penyakitnya yang langka, entah dari mana asalnya. Tinggal di sebuah panti asuhan selama 13 tahun tanpa pernah mengenal orangtuanya, Lilia hidup sebagai anak yang biasa-biasa saja. Pada umur 15 tahun, nyaris seluruh anak di panti asuhan tempatnya tinggal 'dijual'. Sebagian dari mereka dijadikan budak, sebagian lagi dijadikan bahan percobaan. Lilia mendapat yang terakhir.
Ia menjadi objek percobaan Dr. Haxel, seorang dokter muda di salah satu institut kesehatan milik sendiri. Tidak seperti dokter-dokter yang lain, Dr. Haxel berbeda. Ia tidak menganggap Lilia sebagai barang. Ia menganggap Lilia sebagai seorang manusia--malah beliau menyayanginya dan menganggapnya sebagai adik. Lilia yang tidak pernah merasakan hal semacam itu, entah sejak kapan mulai jatuh hati pada Dr. Haxel.
Lilia belajar untuk menjadi tenang seperti Dr. Haxel. Ia belajar menganilis seperti Dr. Haxel. Ia melatih pertahanannya agar tidak menyusahkan Dr. Haxel. Ia belajar kedokteran agar bisa lebih dekat dengan Dr. Haxel. Dunianya hanya berputar di sekeliling Dr. Haxel.
Nyaris lima tahun ia bersama Dr. Haxel. Dr. Haxel hanya meneliti penyakit Lilia, tidak lebih. Ia tidak melakukan hal-hal buruk yang tidak Lilia sukai. Sampai tiba-tiba, suatu hari, Dr. Haxel tiba-tiba menghilang begitu saja.
Meninggalkan Lilia.
Namun, Dr. Haxel meninggalkan dua jarum suntikan untuk Lilia, dan secarik surat. Surat tersebut berisi tentang kegunaan dua jarum suntuk tersebut. Suntikkan pertama akan membuat Lilia berhenti menua, sedangkan suntikkan kedua... Dr. Haxel menyuruh Lilia mencobanya dulu. Di akhir surat, Dr. Haxel menyuruh Lilia untuk melupakan beliau, tidak mencarinya, dan terus hidup.
Lilia sudah tidak mau tahu apapun lagi. Dr. Haxel telah meninggalkannya. Hanya itu yang ia tahu. Lilia lalu menyuntikkan kedua suntikkan itu ke tubuhnya
Dan dengan begitu, tubuhnya berhenti menua di usia 20.
Dan lalu, ia menyadari bahwa ia bisa berpindah dimensi dengan mudah.
Segalanya awalnya tampak mustahil. Ia tidak mengerti--oke, ia mengerti dengan suntikkan pertama. Hal seperti menghentikkan penuanaan mungkin saja. Tetapi suntikkan kedua? Lilia tidak mengerti. Dilihat dari segi manapun, tak ada penjelasan yang logis mengapa tiba-tiba Lilia bisa berpindah ke dunia lain.
Lilia mulai menjelajahi dimensi sejak saat itu. Walau Dr. Haxel menyuruhnya melupakannya, Lilia tetap akan mencari Dr. Haxel. Kalau Dr. Haxel bisa membuat tubuhnya seperti ini, ia yakin bahwa Dr. Haxel juga melakukan hal sama yang dengannya. Membuatnya menjadi penjelajah dimensi dan menghentikan penuaan.
Mencari, mencari, mencari. Lama Lilia mencari. Ia berpindah dimensi, mempelajari orang-orang dan lingkungan, lalu menyesuaikan diri. Ia akan menetap di suatu dimensi untuk beberapa waktu, bekerja. mencari petunjuk, lalu pergi ke tempat lain jika tidak mendapat petunjuk yang penting.
Keseharian Lilia masih sama seperti itu, sampai suatu hari, Lilia mendapat satu petunjuk tentang Dr. Haxel. Ia mendapat sebuah informasi kalau dokter yang satu itu ada hubungannya dengan sebuah turnamen antar dimensi bernama Battle of Realms. Lilia sudah senang sekali. Ia mendapat informasi tentang Dr. Haxel untuk pertama kalinya[4]. Lilia baru akan kembali bergerak ketika tiba-tiba...
Ia diculik.
__________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar